Jumat, 08 Januari 2010

cerita kehidupan

Pada suatu hari hiduplah seorang laki-laki bernama Jozi dia adalah murid dari Fatahima serang wanita yang dipercaya sebagai sumber ilmu pada masa itu . Fatahima memberikan amanat pada Jozi untuk menyebrangi samudra. Dalam perjalananya Jozi bertemu dengan seorang pedagang yang sedang membeli 3 ikat sayuran, “1 ikat berharga 8000 berarti jumlahnya 24.000” kata pedagang itu kepada perempuan yang ada di sebelah Jozi. Perempuan itu marah dan tidak terima ia berkata bahwa 3x8 = 23. Jozi dengan spontan membela perkataan pedagang sayur itu namun dengan bersitegang perempuan itu terus mempertahankan prinsipnya , lalu munculah ide untuk bertanya pada Fatahima sebelum pergi ke tempat Fatahima , Jozi dan perempuan itu bertaruh jika perempuan itu salah lehernya akan dipenggal oleh Jozi apabila Jozi kalah harta Jozi menjadi milik wanita miskin itu. Sesampainya di tempat Fatahima berada Jozi dan perempuan itu member tahu duduk perkara dan kesepakatan mereka beruda. Fatahima diam dan berpikir, sejenak ia berkata “anakku.. 3x8 = 23” kaget sekali Jozi dengan perkataan gurunya. Setelah ia menyerahkan seluruh hartanya untuk perempuan itu Jozi berangkat menuju keluarganya di pulau sebrang meninggalkan Fatahima dan semua yang ada di pulau itu. Sebelum berangkat Fatahima berkata pada Jozi “anakku.. jika nanti diperjalanan turun hujan janganlah kamu berteduh di bawah pohon dan janganlah kmu membunuh” nasehat itu selalu terniang di kepala Jozi yang membawa pedang itu. Kata-kata Fatahima terbukti seketika itu juga turun hujan badai nan deras. Jozi ingin berteduh dibawah pohon namun ia mengurungkan niatnya karena nasehat Fatahima, sesaat setelah Jozi mengurungkan niatnya pohon yang tadinya akan dijadikan tempat berteduh Jozi tersambar petir dan ambruk. Hujan sudah reda ia melanjutkan perjalanannya ke rumahnya. Setibanya di rumah ia melihat seseorang tidur di samping istrinya pedang yang dibawanya mengarah ke kepala seseorang yg tidur di samping istrinya tapi semua itu tidak jadi ia lakukan kembali ia mengingat nasehat Fatahima.

Pesan dari cerita ini : jikapun kita bertaruh aku bertaruh seluruh dunia jika aku kehilangan kamu apalah artinya ?? lebih baik aku mundur selangkah dari pada harus kehilangan teman karena sikap egois ku yang bersikeras melawan kalian karena tidak terima. Aku bersikeras melawan kalian temanku walau aku menang aku kalah juga karena timbul permusuhan lebih baik mundur selangkah dari pada harus kehilangan.

0 komentar:

Poskan Komentar